Jakarta, PCplus – Appdome, pemimpin dalam perlindungan bisnis seluler, mengumumkan penambahan 30 plugin pertahanan baru dalam rangkaian Perlindungan Pembajakan Akunnya untuk Deteksi Deep Fake di aplikasi Android dan iOS. Plugin baru ini bertujuan untuk menjaga integritas Apple Face ID, Google Face Recognition, dan layanan pengenalan wajah serta suara pihak ketiga dari serangan deepfake berbasis AI atau metode lainnya. Setiap plugin pertahanan Deteksi Deep Fake ini dapat diakses melalui platform Appdome tanpa perlu integrasi kode, pengodean manual, penerapan SDK, atau penyebaran server.
Baca Juga: Appdome Luncurkan Threat Dynamics Dengan Teknologi AI
Pengaruh Terhadap Ekonomi Seluler
“Ekonomi seluler sangat bergantung pada integritas pengenalan wajah, FaceID, dan metode autentikasi biometrik lainnya karena semakin sering digunakan untuk mengurangi gesekan,” kata Eric Newcomer, CTO dan Principal Analyst Intellyx. “Namun, penyerang terus menemukan cara baru untuk melewati autentikasi biometrik. Appdome menghadapi tantangan Serangan Deepfake yang dihasilkan AI secara langsung. Dengan memberikan pertahanan dan kontrol yang rinci kepada bisnis seluler agar dapat mendeteksi dan menghentikan serangan ini dalam aplikasi. Sehingga mencegah mereka melanjutkan serangan ke sistem lain. Pendekatan ini adalah cara cepat dan efisien untuk mengatasi ATO dan ODF,” tambah Eric
Meningkatnya Serangan Deepfake
Ekonomi seluler mengandalkan Face ID dan pengenalan wajah untuk autentikasi. Termasuk kepatuhan aturan Know Your Customer (KYC), serta memerangi penipuan di perangkat (ODF). Merek-merek seluler menggunakan pengenalan wajah. Termasuk verifikasi keaslian untuk menyederhanakan autentikasi dan membangun kepercayaan pengguna. Mereka meyakinkan pengguna bahwa pengenalan wajah akan memastikan hanya pemegang akun yang sah yang dapat mengakses aplikasi, akun, dan layanan mereka.
Namun, jumlah dan kecanggihan serangan yang menargetkan setiap aspek pengenalan wajah dan autentikasi biometrik melonjak dalam sembilan bulan terakhir. Hal ini didorong oleh meningkatnya penggunaan deepfake yang dihasilkan AI. Termasuk kamera virtual, substitusi gambar, serangan buffer, kloning suara, dan metode lainnya. Serangan deepfake dapat dengan mudah menciptakan replikasi atau manipulasi hiper-realistis yang bersifat adversaria. Mereka bisa mengecoh sistem verifikasi wajah dan suara. Tidak jarang penyerang menggunakan kamera virtual untuk menyuntikkan aliran video yang sudah direkam sebelumnya atau secara langsung ke dalam proses pengenalan wajah.
Di lain waktu, serangan buffer gambar memanipulasi pemrosesan data wajah secara real time untuk melewati proses deteksi keaslian. Kecepatan evolusi, kemudahan penggunaan, dan keberadaan serangan deepfake membuat deteksi deepfake menjadi salah satu prioritas utama anti-penipuan. Termasuk anti-ATO bagi merek dan perusahaan pada tahun 2025.
Plugin Identifikasi Wajah
Plugin Deteksi Deep Fake Appdome berada di atas metode Face ID bawaan OS, pengenalan wajah, dan pengenalan suara asli OS atau pihak ketiga, termasuk SDK verifikasi wajah. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap proses pengenalan wajah aman dari serangan deepfake. Dan meningkatkan integritas sekaligus keamanan proses autentikasi. Terlepas dari apapun penyedia layanan yang digunakan. Vektor serangan spesifik yang dilindungi oleh Deteksi Deep Fake Appdome meliputi:
- Face ID Bypass. Mendeteksi adanya percobaan untuk melewati sistem autentikasi pengenalan wajah dan biometrik bawaan Android dan iOS pada perangkat seluler. Termasuk FaceID dan panggilan API Biometrik, lapisan abstraksi perangkat keras, dan lainnya.
- Deep Fake Apps. Mendeteksi aplikasi deepfake dan pertukaran wajah yang dapat digunakan untuk mengecoh layanan pengenalan wajah yang digunakan oleh aplikasi Android dan iOS, termasuk ketika dikombinasikan dengan kamera virtual dan injeksi video.
- Deep Fake Video Detection. Mendeteksi serangan identitas sintetis, injeksi video, serangan buffer frame dan gambar, serangan Akses Memori Langsung (DMA), memantau embedding wajah, dan lainnya.
- Appdome Liveness Detection. Menerapkan pemeriksaan keaslian primer atau sekunder untuk memastikan wajah asli yang digunakan selama proses pengenalan wajah. Ia juga memanfaatkan model AI untuk memverifikasi kedalaman 3D, tekstur kulit, pencahayaan, refleksi mata, kekuatan gambar keaslian, dan lainnya.
- Voice Cloning. Mendeteksi penipuan suara sintetis dan aplikasi kloning suara saat digunakan dengan aplikasi yang dilindungi. Sangat cocok untuk aplikasi yang mengandalkan autentikasi “suaraku adalah kata sandiku”.
Perusahaan dapat mengandalkan pertahanan dari Appdome untuk mendeteksi serangan Deep Fake beserta variannya. Plugin pertahanan dinamis Appdome menggunakan analisis perilaku real-time untuk mendeteksi perilaku. Dan metode yang digunakan oleh banyak peranti bypass FaceID dan Deep Fake berbasis AI dan Kloning Suara untuk mengeksploitasi pemeriksaan autentikasi di aplikasi Android & iOS. Sebagai sistem pembelajaran, plugin ini terus berkembang untuk memastikan pertahanan berkelanjutan terhadap Deep Fake dan ancaman terkait.