Redmond, PCplus – Komisi Perdagangan Federal Amerika, (FTC), sedang mempersiapkan investigasi terhadap praktik anti-kompetitif di bisnis cloud Microsoft. Regulator AS ini menuduh Microsoft menyalahgunakan kekuatan pasarnya dalam perangkat lunak produktivitas dengan memberlakukan syarat lisensi yang merugikan. Syarat ini diduga dibuat Microsoft untuk mencegah pelanggan memindahkan data mereka dari layanan cloud Azure ke platform pesaing.
Baca Juga: Microsoft Surface Studio Siap Saingi iMac
Hal lain yang juga diperiksa FTC adalah peningkatan biaya langganan secara signifikan bagi mereka yang meninggalkan Azure. Microsoft dianggap mengenakan biaya berhenti langganan yang tinggi. Perusahaan rintisan Bill Gates ini juga dikatakan membuat produk Office 365 tidak kompatibel dengan cloud pesaing. FTC belum secara resmi meminta dokumen atau informasi lain dari Microsoft sebagai bagian dari penyelidikan ini.
Langkah untuk melakukan investigasi bisnis cloud Microsoft ini akan menjadi serangan terbaru terhadap Big Tech oleh ketua FTC, Lina Khan. Saat ini ia sedang memusatkan sisa masa jabatannya pada upaya agresif untuk membatasi kekuatan monopoli. Perusahaan raksasa internet seperti Meta dan Amazon sudah pernah masuk dalam bidikannya.
Khan sendiri dianggap sebagai musuh publik bagi sebagian besar komunitas dealmaking Wall Street. Kendati demikian ia akan digantikan setelah presiden terpilih Donald Trump memasuki Gedung Putih tahun depan.