Jakarta, PCplus – Sennheiser memperkenalkan era baru dalam transmisi audio nirkabel digital dengan solusi bidirectional wideband pertama di dunia, yakni Spectera. Ia menggunakan teknologi inovatif Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS). Sehingga mampu mengurangi kompleksitas sistem nirkabel sekaligus meningkatkan kapabilitasnya secara signifikan. Solusi ini memungkinkan workflow yang hemat waktu, kontrol penuh, serta monitoring jarak jauh dengan penginderaan spektrum secara terus-menerus.
Baca Juga: Sennheiser Akan Rilis Mikrofon Kondensor RF MKH 8030 di IBC – PCplus Live
Spectera juga dilengkapi dengan bidirectional bodypack. Teknologi ini mampu mengelola sinyal IEM/IFB digital dan mikrofon/saluran secara bersamaan. Sistem ini sangat tahan terhadap pemudaran RF dan memungkinkan penggunaan fleksibel saluran RF wideband. Misalnya untuk IEM digital dengan latensi hingga 0,7 milidetik.
“Kami sangat senang melihat perkembangan teknologi dan kebijakan spektrum selama bertahun-tahun menjadi ekosistem nirkabel digital yang mampu menyelesaikan banyak masalah yang sering dihadapi pengguna sistem nirkabel multi-channel saat ini,” kata co-CEO Sennheiser, Dr. Andreas Sennheiser dan Daniel Sennheiser. “Solusi wideband kami cocok untuk produksi besar. Baik untuk tur, penyiaran, teater, atau bidang lain yang memerlukan pengaturan audio multi-channel. Spectera memenuhi kebutuhan utama pelanggan kami terkait kemudahan penggunaan, keandalan operasional, dan fleksibilitas. Teknologi ini menawarkan lebih sedikit hardware, pengurangan koordinasi frekuensi yang signifikan, redundansi, dan fleksibilitas ekosistem yang berkembang sesuai kebutuhan Anda.”
Didukung oleh WMAS – Pendekatan Wideband
Transmisi wideband digital bidirectional mengatasi banyak tantangan yang umum dihadapi pengguna, operator, dan pemilik sistem audio nirkabel saat ini. Tantangan-tantangan ini termasuk koordinasi frekuensi yang rumit. Serta pemasangan kabel rak yang kompleks untuk jumlah channel yang banyak.
Sebastian Georgi dan Jan Watermann adalah penemu pendekatan khusus Sennheiser terhadap WMAS. Teknologi yang mereka kembangkan adalah varian milik OFDM-TDMA. Teknologi ini dirancang khusus untuk komunikasi multi-channel, bidirectional, dan memiliki latensi rendah yang dapat diandalkan. Mereka membandingkan pendekatan wideband ini dengan teknologi narrowband standar. “Daripada menggunakan carrier RF narrowband 200 kHz, kami menggunakan saluran RF wideband tunggal untuk transmisi audio. Lebih tepatnya transmisi bidirectional audio dan data kontrol. Dalam pendekatan Sennheiser, channel wideband RF adalah channel TV 6 atau 8 MHz, bergantung pada peraturan setempat. Sistem WMAS mengatur tautan audionya dalam saluran ini.
Setiap tautan audio, baik itu mikrofon atau IEM, diberi slot waktu tertentu untuk mentransmisikan informasi audionya. Untuk pertama kalinya, IEM dan mikrofon dapat ditempatkan di dalam channel TV yang sama, bukan di dua saluran yang dipisahkan oleh sebuah guard band. Semua tautan audio telah menggunakan channel RF yang lebar dan saat ‘gilirannya’, pemudaran RF berkurang secara signifikan. Hal ini setara dengan 40 kali lipat keragaman untuk channel RF 8 MHz dan 30 kali lipat keragaman saluran TV 6 MHz. Selain itu, kepadatan spektralnya rendah, sehingga lebih mudah untuk menggunakan kembali frekuensinya, misalnya di tempat festival yang lebih besar, antar teater yang berdekatan, atau di setup penyiaran yang kompleks.”
Mengurangi Kompleksitas Sistem
Salah satu inovasi paling menakjubkan dalam ekosistem Spectera adalah Base Station yang menyatu dalam unit rak 32 input dan 32 output. Ini bisa menggantikan satu rak penuh receiver mikrofon nirkabel dan transmitter IEM. Seluruh produksi dapat diakomodasi dalam satu channel wideband RF (6 atau 8 MHz). Jejak yang lebih rendah berlanjut ke bodypack yang menangani persyaratan mikrofon/line dan IEM/IFB secara bersamaan. “Memiliki satu paket saja tidak hanya menjadi aset besar bagi para penampil,” kata Bernd Neubauer, manajemen produk Spectera.
Masa Depan Audio Pro Nirkabel yang Bidirectional
Kehadiran Sennheiser Spectera mewakili perubahan total dalam kontrol dan monitoring. Tidak hanya menawarkan back channel, tetapi juga komunikasi dua arah yang berkelanjutan untuk kontrol jarak jauh yang benar-benar lengkap. Melalui aliran data kontrol permanen, pengaturan audio dapat disesuaikan. Selain itu level IEM dan mikrofon dapat diadaptasi, kesehatan RF dan status baterai dapat dipantau, dan banyak lagi.
Kualitas Audio Terbaik
Spectera menghadirkan kualitas audio digital khas Sennheiser untuk mikrofon, instrumen, dan IEM. Ia menggunakan berbagai codec audio yang dioptimalkan untuk aplikasi tertentu dan seluruhnya diproses secara internal dengan presisi 32-bit-float. Sebelas Audio Link Modes memungkinkan kontrol yang dapat dipilih atas kualitas audio, latensi, jumlah channel, dan jangkauan pengoperasian untuk setiap tautan audio, memberikan fleksibilitas sepanjang produksi.
Operator selalu dapat memanfaatkan channel RF secara maksimal. Baik dengan memberikan kualitas tinggi pada lebih sedikit tautan audio atau dengan mengizinkan lebih banyak tautan dan mengurangi kualitas sesuai kebutuhan. Tidak peduli Audio Link Mode mana yang dipilih, Spectera menawarkan suara yang sangat jelas.
Benedikt Euen, Spectera Product Management, menambahkan. “Spectera sangat menghargai sumber daya spektrum dengan memungkinkan IEM dan mikrofon berada dalam satu channel TV yang sama. Hal ini juga menyederhanakan koordinasi frekuensi antara para engineer di acara festival dan menghadirkan workflow yang lebih cepat.”