Jakarta, PCplus – WhatsApp chatbot memang sudah menjamur sekarang ini. Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, mulai dari WhatsApp CRM, template pesan otomatis, bahkan AI. Tak aneh jika semakin banyak pelaku bisnis dari berbagai industri dan skala yang memutuskan untuk menggunakan WhatsApp chatbot dalam menjalankan operasional bisnis. Meskipun begitu, terkadang, dalam melakukan pemilihan WhatsApp chatbot, hal yang dipertimbangkan hanyalah fitur-fitur yang ditawarkan. Padahal, ada aspek penting yang juga perlu diperhatikan dalam membuat WhatsApp chabot, yakni memilih persona yang tepat.
Baca Juga: Gandeng LINE, Microsoft Hadirkan Chatbot Berbasis Kecerdasan Buatan Bernama Rinna
Ingin mengetahui lebih detail mengenai persona chatbot dan pentingnya untuk bisnis? Berikut penjelasannya.
Apa itu Persona Chatbot?
Persona chatbot merujuk pada karakter atau identitas yang dibangun untuk chatbot kamu. Dan menentukan bagaimana chatbot tersebut berinteraksi dengan pengguna. Cakupannya cukup luas, termasuk di antaranya pemilihan nada suara, gaya komunikasi, dan kepribadian yang ditampilkan oleh chatbot saat berkomunikasi dengan pengguna. Aplikasi ini dirancang untuk mencerminkan merek dan memenuhi ekspektasi pelanggan kamu.
Misalnya, jika bisnis toko ritel yang melayani pemuda-pemudi, persona chatbot kamu mungkin akan lebih informal dan ceria. Sebaliknya, jika bisnis kamu di bidang real estate dengan harga rumah mulai dari 5M ke atas, gaya bicara yang dipilih akan lebih profesional dan serius. Persona chatbot ibarat “personifikasi” dari merek kamu. Maka dari itu, jika kamu menggunakannya dengan tepat, persona chatbot dapat menciptakan pengalaman yang lebih konsisten dan menyenangkan bagi pelanggan.
Apa Saja Jenis-jenis Persona Chatbot?
Ada berbagai jenis persona chatbot yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis. Banyak juga pendekatan yang bisa digunakan untuk mendesain persona chatbot kamu. Dari berbagai profil chatbot yang ada, berikut beberapa jenis persona chatbot yang umum digunakan.
Persona Formal
Chatbot ini memiliki ciri-ciri yakni menggunakan bahasa yang sopan, profesional, dan terstruktur. Persona ini sangat ideal untuk bisnis yang beroperasi di sektor keuangan, hukum, atau layanan pelanggan korporat. Misalnya, chatbot di situs web bank akan menggunakan bahasa yang sangat formal dan profesional saat memberikan informasi tentang produk keuangan, sehingga mencerminkan citra terpercaya dan serius dari lembaga tersebut.
Contoh Pesan Persona Formal:
“Selamat pagi. Terima kasih telah menghubungi layanan informasi kami. Kami dengan senang hati akan memberikan detail mengenai produk keuangan yang kami tawarkan. Silakan pilih jenis produk yang Anda minati, dan kami akan menyediakan informasi yang relevan serta menjawab pertanyaan Anda.”
Persona Ramah dan Santai
Chatbot dengan persona jenis ini akan mengedepankan bahasa yang santai, informal, dan bersahabat. Persona ini cocok untuk bisnis di sektor ritel atau layanan makanan. Di mana pendekatan yang lebih kasual dapat meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Sebagai contoh, chatbot delivery makanan dapat memberikan rekomendasi menu dengan gaya yang bersahabat.
Contoh Pesan Persona Ramah dan Santai
“Mau tahu menu terbaik hari ini? Kalau kamu suka makanan ringan, coba deh burger spesial kami—rasanya juara! Atau kalau lagi pengen yang lebih berat, pasta krimnya juga top banget. Apa yang kamu mau coba?”
Persona Kreatif dan Menghibur
Dari empat jenis persona chatbot yang disebutkan, persona inilah yang paling unik dan umumnya memanfaatkan bahasa yang kreatif dan humoris. Emoji, meme, dan gaya bahasa gaul yang sedang tren mungkin akan sering digunakan untuk persona jenis ini. Persona ini ideal untuk brand yang ingin menonjol dengan pendekatan yang tidak konvensional dan menarik. Contohnya, chatbot untuk game online yang memberikan informasi update game terkini dengan berpura-pura menjadi kucing.
Contoh Pesan Persona Kreatif dan Menghibur
“Hai hai~ 👋 Udah cek akun blm? 🎁 Ada hadiah spesial yang nungguin kamu, loh! 🎉 Cek yuk yuk yuk, sebelum keburu ilang, miaw! 😺”
Persona Empatik
Chatbot tipe ini umumnya memakai bahasa yang memberikan kesan mendukung, memahami, dan penuh perhatian. Persona ini paling efektif untuk layanan kesehatan atau konseling, di mana penting untuk memberikan dukungan emosional dan rasa nyaman. Misalnya, chatbot di platform dukungan kesehatan mental akan memberikan dorongan dan saran dengan nada yang empatik dan menenangkan.
Contoh Pesan Persona Empatik
“Hai, terima kasih sudah menghubungi kami. Kami di sini untuk mendengarkan dan mendukung kamu. Kalau kamu sedang menghadapi kesulitan, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian. Jangan ragu untuk berbagi apa yang kamu rasakan, dan kami akan menemanimu. Ada hal tertentu yang ingin kamu bicarakan atau butuh bantuan lebih lanjut?”