Jakarta, PCplus – Bisnis di Indonesia masih memiliki keterbatasan akses pada pendanaan. Hal ini selaras dengan studi Price Waterhouse Coopers (PWC) yang memaparkan 74% bisnis dan UKM tidak memiliki akses pada pendanaan. Lendingpot, sebagai platform pinjaman alternatif di Indonesia, melihat bagaimana situasi ini dapat diubah, dengan tujuan untuk meringankan proses peminjaman bagi bisnis dan UKM di Indonesia.
Baca Juga: GajiGesa, Solusi Menghindari Jeratan Pinjol Ilegal
Lendingpot adalah sebuah platform pinjaman alternatif di Indonesia. Ia punya misi untuk membantu bisnis dan UKM mengatasi kesulitan akses pendanaan. “UKM sering merasa kesulitan dan malas mencari opsi pendanaan alternatif karena prosesnya yang rumit dan lama. Kami ingin mengubah hal itu dengan membuat platform pinjaman terpusat yang memudahkan dan memberikan akses terbaik ke berbagai pemberi pinjaman alternatif hanya dengan satu pengajuan,” ujar Jonathan Surya, Kepala Pengembangan Bisnis Lendingpot.
Cara kerja Lendingpot
Cara kerjanya sederhana. Pemohon pinjaman hanya perlu mengisi satu formulir saja. Lalu permohonan akan disebar ke jaringan pemberi pinjaman yang sudah mendapat izin dari OJK di seluruh Indonesia. Dengan begitu, pemohon pinjaman akan mendapatkan berbagai penawaran dari calon pendana.
“Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi dan mempermudah akses pendanaan. Itulah sebabnya Lendingpot menjadi platform pinjaman satu pintu,” ungkap Benjamin Lam, Kepala Bisnis Lendingpot. “Sistem kami akan memberikan transparansi bagi pengguna. Mereka bisa melihat perbandingan dari setiap penawaran yang diterima dan hal itu akan membantu mereka dalam mengambil keputusan.”
Platform ini sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan mengikuti standar internasional dalam perlindungan data. Hal ini menunjukkan bahwa Lendingpot menjaga reputasi, tanggung jawab, dan kepatuhan pada industri platform pinjaman. Melalui layanannya, Lendingpot ingin mendemokratisasi dan mempermudah akses opsi pendanaan di Indonesia dengan meningkatkan transparansi dan kecepatan proses pendanaan pinjaman bagi bisnis dan UKM.
Lendingpot sudah beroperasi di Singapura sejak tahun 2018. Platform ini juga sudah membantu lebih dari 1.000 bisnis dan UKM dalam mengakses opsi pendanaan dengan jumlah total SGD 20 juta. Ia juga berafiliasi dengan IFS Capital Limited, sebuah perusahaan publik yang memiliki spesialisasi dalam menyediakan solusi akses modal untuk bisnis di Singapura.