
JAKARTA, PCplus – Mungkin banyak di antara kamu, khususnya kaum muda pengguna smartphone, yang asing dengan ponsel merek Motorola. Merek ini memang baru muncul kembali setelah diakuisisi oleh Lenovo pada kuartal empat tahun 2014 dengan nilai US$ 2,91 miliar.
Sebelumnya nama Motorola sempat berkibar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Merek ini adalah pemain lama. Ia menghadirkan produk ponsel berukuran besar DynaTac tahun 1982, ponsel lipat StarTAC pada tahun 1996, seri RAZR yang juga beken di Indonesia pada tahun 2004. Di Indonesia, merek asal AS ini bahkan pernah identik dengan produk pager (penyeranta) yang hadir sebelum era ponsel.
“Kami senang sekali dapat menghadirkan kembali Moto(rola) di Indonesia melalui Moto E3 Power,” kata Adrie R. Suhadi (Country Lead, Lenovo Mobile Business Group Indonesia) dalam acara peluncuran di Jakarta (26/10/2016).
Adrie menjelaskan bahwa Moto E3 Power ini istimewa bukan hanya karena menandai kembalinya merek Motorola di tanah air, tapi juga karena menjadi produk pertama Moto yang dipabrikasi di dalam negeri. Ya, bekerjasama dengan TDK yang memproduksi smartphone Lenovo di tanah air sejak 2015, Lenovo akan meluncurkan Moto E3 Power dari pabrik di kawasan Serang.
Moto E3 Power, tandas Adrie, juga sudah memenuhi TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) yang disyaratkan Kementerian Perindustrian lewat Permenperin No. 65 tahun 2016. “Untuk Moto E3 Power, menggunakan jalur 70% hardware, 20% riset & pengembangan, dan 10% software,” jelasnya. Moto E3 Power, tambah Adrie, juga menjadi bukti Indonesia mampu merakit ponsel premium.
O ya, Moto E3 Power yang dirakit di Serang ini eksklusif untuk pasar Indonesia ya. Untuk negara-negara lain, namanya Moto E3 (tanpa tambahan kata Power).
Lalu mengapa yang di Indonesia dibubuhi kata Power? Dijelaskan oleh Anvid Erdian (MBG 4P Manager, Lenovo Indonesia), kata Power merujuk pada kapasitas baterai yang disematkan pada produk perdana Moto tersebut. “Kapasitasnya besar untuk harga di bawah Rp 2 juta,” cetusnya. Baterai Moto E3 Power berkapasitas 3500mAh.
Istimewanya, menurut Anvid, baterai tersebut mampu memberikan daya sampai 5 jam kendati hanya sempat diisi ulang selama 15 menit. Maklum, Moto E3 Power didukung fast charger 10W. “Ini unik dari Moto,” tekan Anvid.