Peretasan komputer belakangan semakin marak bahkan menjadi fenomena di seluruh dunia. Kejahatan cyber ini melibatkan demikian banyak orang, mulai dari pemula, aktivis, bahkan sampai kelompok terorganisir yang dilakukan oleh suatu negara. Peretas kelas atas tidak hanya bertujuan untuk mengeruk keuntungan pribadi saja, tetapi lebih daripada itu. Suatu kejahatan cyber yang terorganisir bahkan mampu meruntuhkan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu ancaman ini tidak bisa dianggap enteng. Guna menghadapi kejahatan ini, FBI berupaya keras mengejar penjahat ini, salah satunya dengan menyebarkan informasi melalui situs resmi mereka. Dari sekian banyak penjahat cyber yang masih menjadi buronan, berikut beberapa diantaranya yang dihimpun dari situs resmi FBI,
Evgeniy Mikhailovich Bogachev
Evgeniy Bogachev saat ini ada di posisi teratas sebagai peretas yang paling dicari oleh FBI. Dikenal pula dengan nama lain “lucky12345”, “pollingsoon”, dan “slavik”, pria berkebangsaan Rusia ini bukannya seorang peretas biasa. Banyak kejahatan cyber yang telah dilakukannya. Diantaranya, ia lah yang menciptakan malware ‘GameOver Zeus’ yang sempat menjadi momok bagi dunia perbankan beberapa tahun lalu. Malware ini telah berhasil menginfeksi hingga jutaan komputer di seluruh dunia dan mencuri informasi bank serta rincian rekening lainnya. Pertama kali muncul pada September 2011, malware ciptaannya ini diperkirakan telah mengakibatkan kerugian yang mencapai lebih dari US$ 100 juta. Selain GameOver Zeus, Bogachev juga dianggap bertanggung jawab menyebarkan virus lain yaitu Cryptolocker. Terdeteksi sejak September 2013, virus ini mengambil data-data penting dan selanjutnya ia meminta uang tebusan jika ingin data tersebut kembali. Dalam dua bulan setelah peristiwa itu, pihak keamanan memperkirakan bahwa penjahat cyber ini telah berhasil mengumpulkan uang sekitar US$ 27 juta.
Firas Dardar dan Ahmed Al Agha
Kedua peretas asal Suriah ini tergabung dalam kelompok Syirian Electronic Army (SEA) yang berhasil meretas akun Twitter milik Associated Press dan menyebarkan desas-desus palsu guna mengacaukan perekonomian Amerika. Dengan peretasan yang dilakukan mereka, pasar saham Amerika sempat mengalami penurunan akibat desas-desus palsu tersebut. Namun kejahatan yang dianggap paling merugikan adalah berhasil menjebol server media-media besar seperti Reuters, Associated Press, E! Online, Time, CNN, The Washington Post, The Daily Dot, Vice, Human Rights Watch, Harvard University, NASA, Marinir AS, Microsoft dan bahkan The Onion. Dari sini mereka melakukan pemerasan dengan mengancam akan membocorkan data-data penting perusahaan tersebut.
People’s Liberation Army (PLA)
Pada 19 Mei 2014, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan mengenai dakwaan terhadap lima orang warga negara RRC yang diduga melakukan peretasan untuk kepentingan negeranya. Kelimanya merupakan anggota dari People’s Liberation Army (PLA) Unit 61398 yang dikenal sebagai tentara cyber China. Mereka adalah Sun Kailiang, Huang Zhenyu, Wen Xinyu, Wang Dong, dan Gu Chunhui. Mereka diperkirakan aktif selama periode antara 2006 hingga 2014 dan terlibat dalam persekongkolan jahat untuk meretas jaringan komputer enam perusahaan Amerika yaitu Westinghouse, SolarWorld, US Steel Corp, Allegheny Technologies, Alcoa dan US Steelworkers’ Union. Keenam perusahaan tersebut memang sedang terlibat dalam proses negosiasi maupun dalam persengketaan dengan perusahaan milik negara di China. Dalam dakwaannya, mereka akan menghadapi tuntutan hukuman penjara selama 217 tahun.
Alexsey Belan
Antara Januari 2012, dan April 2013, Alexsey Belan diduga telah menerobos jaringan komputer dari tiga perusahaan e-commerce besar di Nevada dan California. Dia diduga telah mencuri database pengguna mereka yang kemudian diekspor dan membuat mudah diakses di server-nya. Belan diduga mencuri jutaan rekening data pengguna dan password terenkripsi dan kemudian menegosiasikan penjualan database. Dua surat perintah penangkapan federal yang terpisah untuk Belan telah diterbitkan. Satu dikeluarkan pada tanggal 12 September 2012, di Pengadilan Distrik Amerika Serikat, Distrik Nevada, Las Vegas, Nevada. Surat perintah kedua dikeluarkan pada tanggal 6 Juni 2013, di Pengadilan Distrik Amerika Serikat, Distrik Utara California, San Francisco, California. Belan memiliki kewarganegaraan Latvia dan diketahui memiliki paspor Rusia . Pria berkebangsaan Latvia ini fasih berbicara Rusia dan dapat melakukan perjalanan ke Rusia, Yunani, Maladewa, dan Thailand.
Shaileshkumar P. Jain dan Bjorn Daniel Sundin
Shaileshkumar P. Jain asal India dan rekannya, Bjorn Daniel Sundin asal Swedia, menjadi incaran FBI karena diduga terlibat dalam skema kejahatan cyber internasional yang menyebabkan pengguna internet di lebih dari 60 negara untuk membeli lebih dari satu juta produk perangkat lunak palsu. Akibatnya konsumen mengalami kerugian lebih dari $ 100 juta. Diduga sejak Desember 2006 hingga Oktober 2008, keduanya memasang iklan palsu yang ditempatkan pada website perusahaan yang sah. Jain dan Sundin menipu pengguna internet untuk percaya bahwa komputer mereka terinfeksi dengan malware dan mendorong mereka membeli perangkat lunak untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hasil penjualan tersebut diduga disimpan di rekening bank yang dikendalikan oleh mereka dan kemudian dipindahkan ke rekening bank yang terletak di Eropa.