JAKARTA, PCplus – Desainer mikroprosesor ARM yang merupakan ikon teknologi Inggris, telah sepakat untuk dibeli SoftBank Group dengan nilai £24.3bn secara tunai. Pembelian ini merupakan akuisisi terbesar di sektor teknologi, dan terbesar di Inggris.
Akuisisi ini diperkirakan akan memicu perang untuk ARM yang merupakan standar de facto untuk mikroprosesor mobile. Apalagi ARM merupakan kompetitor utama Intel.
SoftBank disebutkan berjanji akan “mempertahankan organisasi ARM, termasuk tim manajemen senior, merek, markas besar ARM di Cambridge dan model bisnis berbasis kemitraan. SoftBank juga secara resmi berjanji menggandakan tenaga kerja Inggris ARM dan jumlah staf di luar Inggris dalam kurun lima tahun mendatang.
Sekadar info, ARM dibentuk sebagai spin-out dari pionir home computer Acorn pada 1990. Dulu namanya adalah Acorn Risc Machines. Nama itu kemudian diganti menjadi Advanced Risc Machines, atau ARM. CEO pertamanya, Robin Saxby, memfokuskan perusahaan pada lisensi intellectual property, bukan memproduksi hardware.
Pada masa-masa awal, saingan utama ARM adalah MIPS dan Hitachi. MIPS kalah dari ARM. Sementara Hitachi menawarkan parts, dan bukan melisensikan intellectual property-nya.
Lalu siapa SoftBank? Perusahaan multinasional Jepang ini berdiri pada September 1981. Awalnya ia berkembang dengan mengakuisisi sektor media. Ajang pameran komputer Comdex misalnya, dibelinya tahun 1995. Setahun kemudian, Yahoo Japan pun dicaploknya. Pada 2012, SoftBank mengakuisisi 70% saham operator mobile AS Sprint. Saat ini beberapa hasil akuisisi sudah dijual agar perusahaan bisa fokus pada mobile dan tech.