JAKARTA, PCplus – Workstation umumnya dalam bentuk desktop. Namun tuntutan hemat tempat melahirkan mobile workstation, alias workstation dalam rupa notebook. Apa sih bedanya dengan notebook biasa?
Secara fisik sih tidak ada beda. Dimensi layar sama saja, 15” atau 17”. Namun jeroan dan kinerjanya berbeda. Mobile workstation tidak hanya dibekali CPU yang cepat, tapi juga GPU (grafis), memori dan storage yang mumpuni.
“CPU performance bagus, tapi tidak disertai yang lain, overall performance tidak bagus,” terang Azis Wonosari (PT Lenovo Indonesia) dalam jumpa pers di Jakarta (20/1/2016). Tantangan di mobile workstation, tambah Azis, terletak pada grafis. “(karena) pakai high performance graphics, konsumsi dayanya boros. Ini bisa diatasi dengan nVidia Quadro. Konsumsi power lebih efisien dan performance lebih baik.”
Karena itulah mobile workstation, seperti Lenovo Thinkpad P50/P70/P50s yang diperkenalkan hari ini, biasanya dipersenjatai prosesor yang cepat seperti Intel Xeon, memori DDR4, GPU Nvidia Quadro Maxwell, dan storage SSD berbasis PCIexpresss. Sedangkan untuk I/O-nya juga digunakan yang tercepat, yakni USB 3.0 Type C dan Thunderbolt.
O ya, karena ditujukan untuk mendesain atau aktivitas rancang-bangun, mobile workstation harus punya displai yang layarnya beresolusi tinggi. 4K misalnya.
Selain hardware yang mumpuni dan cepat, yang membedakan mobile workstation dengan notebook biasa adalah software. Mobile workstation harus mampu mendukung aplikasi mayoritas ISV (independent software vendor), antara lain Adobe, Autodesk, Avid, Dassault, Solidworks,Catia, PTC, Siemens.
Mobile workstation juga biasanya perlu tangguh karena bisa saja dipakai di lingkungan kerja yang ekstrem (kotor, berdebu, dingin). Karena itu sebaiknya menyandang sertifikasi MIL-SPEC.
Semua kecanggihan itu berdampak pada harga. Tak heran jika harga mobile workstation tidak murah. Lenovo Thinkpad P50 dengan layar 15,6″ misalnya dibandrol Rp 21 juta, sedangkan Lenovo Thinkpad P70 yang berlayar 17″ dihargai Rp 27 juta