JAKARTA, PCplus – Makin banyak perangkat yang terhubung dengan jaringan di dunia, makin ‘pusing’ operator telekomunikasi. Sebab ia dituntut menghadirkan layanan yang kian terpersonalisai bagi setiap pelanggan.
Solusinya, menurut Fetra Syahbana (Country Manager F5 di Indonesia) adalah teknologi NFV (network functions virtualization). Loh apa sih NFV? Bukankah yang banyak digadang-gadang sekarang adalah SDN (software defined network)?
Sebenarnya SDN dan NFV saling melengkapi kok. Keduanya sama-sama merupakan cara baru untuk merancang, men-deploy dan mengelola jaringan dan layanannya. Pada NFV, fokusnya adalah mengoptimalkan layanan jaringan itu sendiri. NFV melepaskan fungsi-fungsi jaringan, seperti DNS, caching dan lain-lain dari appliance hardware proprietary, sehingga mereka bisa menjalankan software untuk mempercepat inovasi layanan dan provisioning, khususnya di dalam lingkungan penyedia jasa.
Namun, kata Fetra, dalam menerapkan NFV ke jaringannya operator telekomunikasi mengalami dilema. Bahkan sebuah studi mengatakan, nyaris semua operator telekomunikasi di dunia (93%) baru sampai tahap perencanaan untuk menerapkan NFV di jaringannya. Padahal NFV sudah mulai menunjukkan potensinya. Lalu mengapa NFV tidak segera dirangkul ya?
“Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang. Karena walaupun NFV dapat menambahkan kemampuan baru bagi operator telekomunikasi guna menghadirkan layanan baru untuk pelanggan, belum tentu teknologi lain yang telah diterapkan memiliki kompatibilitas yang sesuai dan mendukung layanan baru tersebut. Belum lagi dengan kompleksitas jaringan yang terjadi akibat penerapan NFV di atas teknologi lain yang sudah diterapkan terlebih dahulu di dalam jaringan,” jelas Fetra.
Namun yang paling penting, para operator telekomunikasi tidak ingin proses penerapan NFV mengganggu atau menurunkan kualitas layanan dan ketersediaan jaringan pelanggan. Karenanya, mereka ingin NFV dan teknologi lainnya dapat diterapkan secara cepat dan fleksibel ke dalam jaringan.
Nah, agar bisa mengatasi tantangan tersebut, solusi yang bisa mengatur semua teknologi yang ada di dalam jaringan harus dipakai. Dan F5 Networks, kata Fetra, menyediakannya. “Sehingga semua teknologi yang diterapkan ke dalam ekosistem jaringan dapat berjalan secara harmonis, layaknya sebuah alunan simfoni indah yang dihasilkan oleh berbagai macam alat musik di dalam sebuah orkestra. Apabila mampu mengharmonisasikan berbagai macam teknologi di dalam ekosistem jaringan, maka operator telekomunikasi akan mampu menyederhanakan serta lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam jaringan mereka,” katanya.
Fetra juga mengatakan, operator telekomunikasi juga harus memperhatikan keamanan dalam ekosistem jaringan mengingat mereka menggunakan teknologi yang berbeda-beda. Agar orkestrasi di dalam ekosistem jaringan lancar, perlu solusi yang punya fitur keamanan multi-layer dan multi-domain. Ini agar berbagai perangkat, jaringan sampai aplikasi yang ada bisa diamankan sehingga layanan yang optimal dan aman bisa diberikan.
Menurut Fetra, dengan menerapkan solusi yang mampu mengorkestrasi segala teknologi yang ada di dalam jaringan, operator telekomunikasi dapat memanfaatkan peluang bisnis dengan lebih optimal dan tentunya menjaga keamanan para penggunanya. “Operator telekomunikasi juga lebih dimungkinkan untuk menjawab tantangan di masa depan yang muncul berkat ledakan jumlah aplikasi, perangkat, dan pemanfaatan data internet broadband,” tukasnya.