
JAKARTA, PCplus – Kendati sudah banyak perusahaan di manca negara beralih ke cloud computing, banyak enterprise di negara kita yang masih malu-malu mengadopsinya. “Banyak enterprise masih segan-segan dengan cloud,” kata Susanto Djaja (Presiden Direktur, PT Metrodata Electronics Tbk) dalam jumpa pers Metrodata Solution Daya (MSD) 2014 di Jakarta.
Padahal cloud computing bisa membuka peluang baru bagi bisnis sehingga perusahaan bisa terus-menerus meningkatkan inovasi, mentransformasi bisnisnya, juga mendorong pertumbuhan bisnis. Keengganan untuk beralih inilah yang antara lain mendorong Metrodata untuk menggelar MSD selama dua hari (17 – 18 September 2014).
Dalam konferensi dan seminar dengan tajuk Cloud, Mobility and Big Data as Growth Engines for Business itu, 20 mitra bisnis Metrodata berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang peran cloud, big data, mobilitas dan social media. “Cloud jadi tren, tapi adopsinya di Indonesia masih rendah,” kata Susanto tentang pemilihan topik konferensi. “Bukan core apps yang ditaruh di cloud, tapi app yang lebih ringan. Misalnya perbankan yang menggunakan human capital on the cloud,” kata Susanto
Bagi perusahaan yang mencari studi kasus penerapan teknologi cloud, Susanto mempersilakannya untuk merujuk ke Metrodata. Perusahaan yang sudah eksis di tanah air selama 39 tahun ini tidak hanya mendistribusikan dan menyediakan solusi cloud, tapi juga menerapkannya secara internal.
“Metrodata sudah siap dengan cloud infrastructure as a service via IBM, Microsoft. Juga application as a service. Contohnya CRM on the cloud yang dipakai Metrodata, yakni Salesforce. Semua harus update, jadi pengetahuan tidak di kepala masing-masing sales, tapi di sistem. Run on the cloud. Online semua,” urainya. Susanto juga mengungkap bahwa perusahaannya juga menggunakan manajemen inquiry dengan sistem ticketing.
“Tahun depan (kita) akan menuju Masyarakat Ekonomi Asean, akan bersaing dengan SDM Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Kamboja yang upah SDM-nya lebih murah dibandingkan Indonesia. Hari ini rekrutmen tidak bisa lagi masih manual. Kami akan lakukan rekrutmen online. Mulai dari rekrutmen sampai performance evaluation, succession planning secara online, dengan Talium,” jelas Susanto.