Jakarta, PCplus – Fortinet, produsen perangkat keamanan jaringan, berhasil menyalip rival terdekatnya, Check Point, dalam hal jumlah penjualan di wilayah Asia Pasifik. Dengan demikian Fortinet berada pada peringkat kedua sebagai penyedia perangkat keamanan jaringan setelah Cisco.
Berdasarkan data kuartal keempat 2013 yang dirilis IDC, Fortinet menguasai pangsa pasar 6,27 persen dari total 611,65 juta pasar perangkat keamanan jaringan di Asia Pasifik (termasuk Jepang). Cisco yang berada di peringkat pertama menguasai 14,68 persen sementara Check Point berada di peringkat tiga dengan 5,87 persen. Di kuartal pertama 2014 ini, Fortinet berhasil mempertahankan posisinya dengan besaran pangsa pasar 7,33 persen diikuti Check Point di 6,91 persen.
“Fortinet memiliki strategi bisnis yang kuat di seluruh kawasan. Rangkaian produknya yang komprehensif mampu secara efektif memenuhi kebutuhan keamanan dari beragam perusahaaan,dengan kemampuan mengadaptasikan produk-produk mereka untuk ekosistem TI yang lebih luas, baik itu untuk jenis ancaman terbaru maupun tren TI lainnya yang lebih luas,” jelas Shahnawas, Market Analyst IDC Asia Pasifik.
Salah satu kunci sukses Fortinet dalam mempertahankan posisinya di kawasan ini tak lepas dari strategi perusahaan yang salah satunya difokuskan pada peningkatan investasi di divisi penelitian yang dimilikinya. Selain itu beberapa varian solusi yang diluncurkan Fortinet yang menjalankan prosesor NP6 terbaru disebut-sebut juga mampu jadi raja dalam hal kinerja.