JAKARTA, PCplus – Targeted attacks makin sering terjadi dari tahun ke tahun. Tahun 2013, begitu menurut data Internet Security Threat Report 2014, Vol.19 Symantec, mencatatkan peningkatan 91% jika dibandingkan tahun 2012.
Namun kampanye targeted attacks dengan menggunakan e-mail sebenarnya menurun secara persentase. Begitu juga jumlah penerima serangan di setiap kampanye. Namun jumlah kampanye-nya justru bertambah. Kalau di tahun 2011 jumlahnya 165, di tahun 2012 naik drastis menjadi 408, dan tahun 2013 meningkat sampai 779.
Apa artinya? “Hacker menjadi makin sabar dan membidik korbannya dengan micro campaign. Mereka mau menunggu 8,3 hari. Padahal tahun 2011 mereka cuma perlu menunggu 4 hari, dan tahun 2012 bahkan hanya 3 hari,” jelas Alex Lei (Director, Security Sales, Asean & Korea, Symantec) saat memaparkan Internet Security Threat Report 2014, Vol.19 yang dilakukan Symantec di lebih dari 157 negara kemarin (7/5/2014) di Jakarta.
Menurut Lei, penjahat cyber yang terus berinovasi dan meningkatkan jenis serangannya membuat perusahaan di dunia, termasuk Indonesia, harus selalu waspada. “Konsekuensi dari diam bisa besar dampaknya, menyebabkan kerusakan komersial dan reputasi,” kata Lei sambil mengingatkan bahwa para penjahat cyber kini semakin suka mengincar UKM, dengan karyawan 1 – 250 orang.
“Perusahaan dalam semua skala harus memeriksa kembali, berpikir ulang dan mungkin menyusun kembali posisi keamanan mereka,” saran Lei.
Symantec, kata Lei, menyarankan perusahaan untuk memfokuskan perlindungan pada informasi, bukan pada perangkat atau data center, mengedukasi karyawan tentang perlindungan informasi, kebijakan dan prosedur perusahaan untuk melindungi data sensitif di perangkat pribadi dan perusahaan, serta memperkuat infrastruktur keamanan.