
Jakarta, PCplus – Perubahan teknologi dan gaya hidup manusia mau tak mau menuntut perubahan. Bukan cuma cara kita menjalani hidup yang berubah tapi juga perubahan terhadap permintaan pekerjaan. LinkedIn baru saja merilis infografis yang berisi sepuluh pekerjaan yang tidak dibutuhkan lima tahun lalu tapi jadi pekerjaan yang dicari belakangan ini.
Delapan dari sepuluh pekerjaan ini terkait dengan pertumbuhan industri mobile dan media sosial yang saat ini memang tengah sedang berjaya. Cek ya, mungkin bisa jadi referensi kamu untuk menekuni salah satu profesi ini nantinya.
Secara singkat, sepuluh pekerjaan yang dibicarakan LinkedIn ini adalah developer iOS, developer Android, pelatih Zumba, pengelola media sosial, data scientist, perancang user interface (UI)/ user experiece (UX), arsitek big data, pelatih kebugaran, spesialis layanan awan, spesialis marketing digital. Hm, dari sepuluh pekerjaan ini coba kita bahas yang berkaitan dengan TI ya. Nah, developer mobile, baik untuk iOS dan Android, jadi dua pekerjaan yang paling populer belakangan ini akibat meroketnya perangkat mobile yang serba pintar. Selain itu, dengan banyaknya kompetisi dan pelatihan untuk menjadi developer mobile, sepertinya pekerjaan baru ini juga sudah cukup populer di Indonesia ya?
Popularitas media sosial juga tak bisa dibantah keberadaannya, sehingga tak heran kalau kini tersedia pekerjaan untuk mengurus media sosial milik perusahaan tertentu. Ini juga terjadi di Indonesia, coba deh kamu cek di beberapa situs atau layanan lowongan kerja. Sebab bagi perusahaan, media sosial bisa jadi media untuk berinteraksi dengan pengguna mereka, mereka bisa mendapat masukan, kritik, dan saran langsung dari pengguna. Kamu juga tentu akan lebih nyaman menyampaikan rasa senang dan tidak puas kamu lewat media sosial kan?
Pekerjaan selanjutnya adalah data scientist atau ahli pengolah data. Profesi ini muncul karena membanjirnya informasi yang ada dengan populernya perangkat mobile dan media sosial. Banjir informasi ini lazim disebut sebagai big data. Loh kok bisa? Coba saja kamu bayangkan, ketika belum ada smartphone dan media sosial, berapa banyak kamu mengambil foto? Pasti hanya diwaktu tertentu sebab perangkatnya pun terbatas. Ketika kamera di kamera di smartphone makin canggih, coba deh berapa kali kamu selfie dalam sehari *eh. Belum lagi data perbincangan di media sosial yang bisa memberikan gambaran tren pasar, atau sentimen pengguna terhadap suatu brand, misalnya. Nah, disinilah peran penganalisa data, menyaring semua banjir data itu dan mengartikannya sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Perancang UI/UX juga penting keberadaannya saat ini sebab merekalah yang memastikan tampilan aplikasi, software, OS, atau perangkat yang akan diluncurkan keren dan kita nyaman menggunakannya. Sementara, arsitek big data ini diperlukan untuk menangani pusat data perusahaan agar mereka bisa menangani banjir informasi tadi.
Nah kalau bicara soal cloud computing, tentu kamu tidak asing lagi kan? Berbagai layanan cloud seperti Dropbox, Box, atau Microsoft 365 yang memberikan layanan software yang bisa digunakan diberbagai perangkat adalah contoh aplikasi dari layanan awan ini. Karena layanan awan ini makin populer, lagi-lagi akibat populernya perangkat mobile seperti smartphone dan tablet, maka tidak heran kalau mereka yang punya spesialisasi menangani cloud pun dicari. Terakhir, marketing digital. Pekerjaan ini juga sama seperti pekerjaan-pekerjaan sebelumnya muncul karena media sosial jadi tempat berkumpulnya banyak orang. Nah, massa yang berkumpul di satu media seperti ini pastinya akan jadi sasaran buat “dagang”. Maka muncullah pekerjaan yang mengutamakan promosi, pencitraan, atau jualan lewat jalur digital ini.
