JAKARTA, SELASA – Fisiknya tipis, pipih, dan memanjang. Warnanya ngejreng: pink merona dan orange menyala. Namun ada juga pilihan warna yang netral: putih dan hitam. Begitu tipis dan entengnya tawaran Sony ini, sehingga notebook pun bisa diselipkan di kantong belakang celana jins kamu.
Dan itulah yang diperagakan penyanyi Ello yang punya nama asli Marcello Tahitoe dengan Sony Vaio P pilihannya yang berwarna orange. Ello merupakan endorser brand Sony. “Tidak terasa bawa laptop,” begitu kata Ello saat ditanya kesannya menggunakan Sony Vaio P tersebut. Ia juga menyebutkan suka dengan warna dan bentuk notebook supermungil tersebut. “Yang paling keren, bisa masuk ke kantong jins,” tambahnya.
Apa sih sebenarnya VAIO P? Ini adalah notebook dengan layar 8”. Berbobot 618 gram dengan dimensi 245×19,8x120mm, ia memang pas saja diselipkan di kantong belakang jins pemiliknya.
Tapi apa cuma itu kelebihannya? Tentu tidak. Fitur terbarunya adalah mobile grip style. Maka VAIO P ini bisa dipakai sambil berjalan, layaknya kita menggunakan ponsel yang ngetop itu. Soalnya ada touchpad di sisi kanan dan tombol klik di sisi kiri (selain stick pointer di bagian tengah). “Bisa pakai sambol jalan seperti BlackBerry,” komentar Wilsam Tanto (VAIO Evangelist, Product Marketing Dept., PT Sony Indonesia)
Apa lagi yang baru? Gesture Control dengan accelererometer. Saat melihat gambar atau dokumen PDF, kamu tidak perlu menekan tombol Back/Forward untuk mundur/maju ke gambar/halaman. Tinggal goyang badan VAIO P ke kiri atau kanan saja, seperti saat ingin berpindah track lagu di salah satu model ponsel Sony Ericsson . “Tujuannya untuk permudah buka file PDF dan Website yng biasanya panjang-panjang,” kata Wilsam.
Karena menerapkan gesture control, notebook pun otomatis menyesuaikan arah tampilan. Jika notebook diputar ke arah horisontal dari arah vertikal, atau sebaliknya, tayangan di LCD-nya otomatis menyesuaikan diri.
Keistimewaan lain hadir dalam bentuk tombol shortcut. Ada tiga tombol shortcut yang disajikan di panel bawah notebook supermungil ini, yakni Assist, Resolution, dan Web. Tekanlah tombol Assist untuk masuk ke VAIO Care saat kamu mengalami masalah, misalnya ingin backup dan restore.
Mau besarkan font atau resolusi gambar? Tinggal tekan tombol Resolution. Dan gambar dan font akan dibuat lebih besar sehingga lebih nyaman dipandang. Resolusi akan diubah dari 1600×768 menjadi 1280×600.
Eits, tak usah menyalakan notebook ini dulu saat akan nge-Web. Cukup tekan tombol Web sekitar 20 detik dan kamu akan dibawa ke Internet. Tinggal pilih koneksi yang mau dipakai.
Omong-omong, bagaimana spesifikasi VAIO P ini? Ia punya prosesor Intel Atom Z530 1,6GHz, RAM 2GB, SSD 64GB dengan sistem operasi Windows 7 Premium. Ambient light sensor sudah dibenamkan sehingga layar bisa menyesuaikan tingkat terang dengan kondisi cahaya sekitar.
VAIO P datang standar dengan baterai yang menurut Wilsam, tahan dipakai 4,5 jam. “Isi ulangnya selama 1 – 1,5 jam dalam keadaan mati. Namun juga ada baterai tambahan yang tahan 9 jam.”
Mau tahu harganya? Sony VAIO P yang tersedia pada bulan Juni mendatang ini dijual US$ 1099. Pembeli akan mendapatkan bonus noise cancelling headphone dan koneksi untuk proyektor.
Wah ini dia yg ditunggu2. Ternyata bukan cuma impian.. Emang sih bisa masuk kantong jeans, tapi harganya….juga bisa jebolin kantong.. 🙁
Mantab Buat Sony Vaio, Tetap tingkatkan Inovasimu
emang ini yang ditunggu” notebook yg dpt dikantongin,,,,tp kapasitas HDD na msh kurang n harga t lo masih mahalll ….
Tadinya mau cari yang murah jadi pilih yang kecil
eeeeeeeeh, jebol betul ,
di afrika netbook gitu cuma 100USD whoi.
wah.. hebat neh notbook…. soryy kayaknya bagus q ngambil postingannya…
wah makin bagus aja nih sony
btw, laptopnya ringan tp harganya berat
Bukannya Sony udah gak ngeluarin yang seri 10″ kebawah ya……….
itu SSD, bukan HDD lg.. beda teknologi..